Monthly Archives: November 2018

Apakah Trio Firmansah Melemah?

Published by:


Tak tersedia gading yang tak retak.Peribahasa ini mempunyai kandungan makna bahwa tak tersedia suatu pekerjaan pun yang tak tersedia cacatnya. Atau di dalam kata lain boleh dibilang bahwa tak tersedia yang prima di dunia ini.

Peribahasa inilah yang sesuai menggambarkan perjalanan Liverpool terhadap musim 2018/19 pas ini. Dikatakan judi online bola terpercaya, Di balik tangguhnya lini pertahanan The Reds yang baru kebobolan 15 kali di Premier League, nampak pertanyaan soal kegananasan trio Sadio Mane – Roberto Firmino – Mohamed Salah atau yang sering disebut Trio Firmansah. Salah satu trio paling baik di Eropa pas ini jadi membuktikan kelemahan.

Pada musim 2017/18 ketiganya menyumbang keseluruhan 91 berasal dari 135 gol yang dibuat The Reds di seluruh kompetisi. Bagaimana dengan musim ini? Ketiganya sesungguhnya tetap jadi andalan The Reds di lini depan. Total 44 berasal dari 70 gol Liverpool berasal berasal dari mereka. Namun mampu kita memandang tersedia perbedaan besar di sana. Dengan sisa 16 pertandingan yang dimiliki Liverpool, dengan asumsi mereka melaju sampai final Champions League, tampaknya akan benar-benar susah bagi ketiganya untuk mendekati rekor gol yang mereka bikin musim lalu.

Semuanya tercermin terhadap laga hadapi Manchester United, 24 Februari lalu, di dalam kelanjutan Premier League. Memiliki keuntungan dengan United yang udah menghabiskan proporsi pergantian pemain hanya di dalam 30 menit, Liverpool selama laga hanya mampu membebaskan 1 tembakan pas sasaran. Oke, kemungkinan akan nampak alasan sebab Firmino udah ditarik lebih dulu di pertengahan babak pertama sebab alasan cedera, namun perihal yang mirip berlangsung 4 hari pada mulanya disaat hadapi Bayern Muenchen di dalam kelanjutan babak 16 besar Champions League. Tampil dengan perlindungan penuh suporter yang memadati Anfield, The Reds hanya mampu membebaskan 2 tembakan pas sasaran.

Lalu apakah yang terjadi? Mungkinkah Trio Firmansah udah jadi melemah? Atau kemungkinan sesungguhnya siasat Jurgen Klopp yang jadi kurangi intensitas pressing-nya disaat hadapi tim-tim besar?

Nama pertama adalah Roberto “Bobby” Firmino. Firmino adalah pemain yang lebih dulu menginjakkan kaki di Anfield dibanding ke-2 rekannya. Dirinya didatangkan oleh sang mantan manajer Brendan Rodgers, namun jadi membuktikan kelasnya di bawah kepelatihan Klopp.

Statistiknya cukup luar biasa. Sebanyak 61 gol dibuat berasal dari 180 penampilan. Seperti kita ketahui, Firmino mulanya berposisi sebagai gelandang serang. Cederanya Divock Origi dan Daniel Sturridge pas itu memaksa Klopp untuk menempatkan Firmino di lini depan.

Musim ini Firmino baru berhasil sebabkan 11 gol. Dia jadi penentu kemenangan The Reds atas PSG terhadap pertemuan September lalu. Firmino juga berhasil bikin hattrick di dalam kemenangan sensasional 5-1 atas Arsenal akhir th. lalu. Salah satu yang jadi ciri khasnya apalagi jika bukan no-look goals, yaitu menendang bola dan mencetak gol tanpa memandang gawang mirip sekali. Banyak tim yang jadi korban keganasan no-look goals punya Firmino ini.

Firmino adalah pemain yang penuh kekuatan dan sering menolong pertahanan. Dia tak sungkan untuk turun ke tengah dan mencoba merebut bola berasal dari kaki lawan. Bahkan terhadap musim lantas Firmino sebabkan tekel lebih banyak dibanding Jan Vertonghen, Nicolas Otamendi, Fernandinho atau apalagi kaptennya sendiri, Jordan Henderson.

Musim ini perihal di atas menghilang berasal dari Firmino. Intensitas kerja kerasnya jadi berkurang. Dia lebih banyak menanti di sepertiga akhir lapangan. Padahal musim lantas tak jarang aksi Firmino yang ikut turun ke bawahlah yang memulai serangan balik The Reds.

Allegri Mengubah Susunan Pemain Lain

Published by:


Juventus berhasil lolos ke babak perempat final Liga Champions 2018/19 meski pada leg pertama kalah 0-2 menurut Atletico Madrid. Pada leg kedua yang digelar Rabu (13/3) dini hari WIB, tanpa diduga Juve sanggup melibas Atleti pada Allianz Stadium menggunakan skor 3-0. Tiga gol Juve diborong sang seorang Cristiano Ronaldo. Juve lolos menggunakan agregat 3-2. Meski Ronaldo jadi pahlawan Juve, tapi apresiasi lebih patut diberikan dalam instruktur Juve, Massimilliano Allegri. Dikutip bonus deposit 100% untuk member baru, Eks instruktur AC Milan ini menentukan taktik dan taktik tepat sebagai akibatnya taktik Atleti yang diusung Diego Simeone bisa dipatahkan dan Juve berhasil mencetak tiga gol tanpa sekalipun kebobolan. Atleti turun dengan pola dasar 4-4-2 seperti dalam leg pertama. Pergantian susunan pemain terjadi lantaran Thomas Partey dan Diego Costa akumulasi kartu ad interim Filipe Luis mengalami cedera. Sebagai gantinya Thomas Lemar, Santiago Arias, & Alvaro Morata bermain semenjak mnt pertama. Juventus jua menggunakan pola dasar 4-tiga-3 sama seperti dalam leg pertama. Akan tetapi Alex Sandro nir mampu tampil lantaran akumulasi kartu. Leonardo Spinazzola mengisi tempatnya. Mattia De Sciglio pun absen lantaran cedera, Allegri memasang Joao Cancelo semenjak mnt pertama.

Selain itu, Allegri mengubah susunan pemain lain. Emre Can menggantikan Rodrigo Bentancur sementara Federico Bernardeschi menggantikan Paulo Dybala yg diandalkan semenjak mnt pertama pada leg pertama. Inilah yang memberikan perubahan dalam permainan Juve di leg ke 2. Menghadapi compact defense Atleti yang memasang garis pertahanan rendah dengan mengandalkan dua lini (per lini empat pemain) di sepertiga pertahanan, Juve permanen menciptakan pola tiga-1-4-2 saat menguasai bola seperti leg pertama. Bernardeschi (di leg pertama Dybala) akan menempati area di antara bek tengah dan bek kiri versus (half-space) beserta Blaise Matuidi. Ronaldo yg ketika tak menguasai bola bermain menjadi winger kiri menemani Mario Mandzukic pada kotak penalti waktu Juve menyerang. Merapatnya para pemain sayap ke area tengah ini dibarengi ke 2 full-back yang naik bahkan mampu sejajar menggunakan 2 penyerang terdepan.

Pada laga ini kedua full-back Juve yg diisi Spinazzola dan Cancelo cukup leluasa membantu serangan karena Atleti bermain lebih defensif. Atleti mengandalkan agresi balik hanya via pemain terdepan & gelandang. Tidak misalnya dalam leg pertama, full-back Atleti lebih difokuskan menjaga kedalaman area kotak penalti pertahanan. Pemilihan Bernardeschi dibanding Dybala sendiri misalnya bagian berdasarkan penerawangan Allegri terhadap cara bermain Atleti. Allegri seolah memahami jika Atleti akan bermain lebih bertahan dibanding leg pertama. Cukup masuk akal sebenarnya mengingat Atleti telah unggul dua-0 output kemenangan leg pertama sehingga pertahanan diperkuat dengan tujuan meminimalisasi ruang di lini pertahanan. Dibanding Dybala, Bernardeschi lebih fasih pada mengirimkan umpan silang. Selain itu gaya permainan pemain yang dibeli menurut Fiorentina itu lebih fisikal dibanding Dybala.

Menghadapi Atleti yg tidak ragu merebut bola secara agresif, Juve memang butuh pemain yg lebih liat dalam menguasai bola agar tak gampang kehilangan bola; terlebih Atleti sangat handal dalam memainkan counter-attack khususnya pada transisi bertahan ke menyerang. Pilihan tadi terbukti jitu. Bernardeschi bermain impresif hampir pada sepanjang laga. Gol pertama tidak lepas berdasarkan aksi pemain berusia 25 tahun tadi. Ronaldo menerima bola umpan silang menurut area half-space pada mana area tersebut memang seringkali diisi Bernardeschi (dan Matuidi) saat Juve menguasai bola. Dari kanan pertahanan Atleti, Bernardeschi mengirim umpan ke tiang jauh buat disambut CR7.

Kami Kembali Memilihkan Pemain Spekulatif Untuk GW31

Published by:

Setelah sebelas pemain sudah kami rekomendasikan, tersedia empat nama pemain cadangan yang sifatnya spekulatif yang mampu kalian miliki, masing-masing satu berasal dari setiap posisi. Dikutip dari situs judi yang banyak bonus, Terlepas berasal dari formasi inti yang digunakan, kami menambahkan wejangan cadangan bersama format tetap: satu kiper, satu bek, satu gelandang, dan satu penyerang. Sehingga mesti penyesuaian jika idamkan memakainya secara keseluruhan di tim FPL sebenarnya.

Pekan lalu, tidak tersedia pemain spekulatif berasal dari kami yang berhasil berprestasi. Meski demikian, kami lagi memilihkan pemain spekulatif untuk GW31 ini. Jika kalian sangat percaya bersama kebolehan scouting kami, tidak tersedia salahnya memasukkan mereka ke didalam lapisan sebelas pemain utama, bukan di bangku cadangan. Tapi, ya, namanya termasuk spekulatif, ya, jadi belum pasti sukses.

Apa Itu Pemain Spekulatif?

Jika kalian baru pertama kali membaca serial artikel pemain spekulatif FPL kami, mesti kami jelaskan terutama dahulu.

Kriteria penentuan pemain spekulatif pada artikel kami cukup sederhana, yakni pemain yang dimiliki bersama kisaran 5.0%+ atau ke bawah.

Pemilihan pemain berkategori spekulatif mampu dibutuhkan jika para manajer FPL punya niat mengejar poin lawan di mini-league. Pemain-pemain seperti ini mampu jadi pembeda yang membawa dampak tim manajer FPL mendapat poin tanpa tersaingi banyak manajer lain.

Tapi penamaan spekulatif termasuk bukan tanpa alasan, karena pilih pemain bersama kepemilikan rendah membawa dampak manajer FPL kesusahan beradu jika para pemain bersama angka kepemilikan tinggi menggapai poin besar. Jika kalian adalah seorang risk taker, maka artikel ini bakal sesuai untuk kalian.

Meski bakal hadapi Leicester City yang tercatat sebagai tidak benar satu kesebelasan yang kerap menembak (18 tembakan tepat sasaran berasal dari 78 percobaan tembakan), Heaton miliki kesempatan kecil untuk menggapai poin nirbobol namun kebalikannya ia mampu saja menggapai poin berasal dari usaha penyelamatannya di bawah gawang Burnley. Catatan 10 penyelamatan yang sudah ia jalankan mampu saja makin tambah pas hadapi Leicester di pekan ke-31 ini.

Akhirnya Bournemouth berhasil meraih kemenangan sekembalinya Callum Wilson kala mengalahkan Huddersfield Town di kandang mereka. Hasil ini bisa saja menjadi titik balik setelah lima laga terakhir The Cherries gagal menang. Menghadapi Newcastle United di kandang dengan rasa percaya diri lebih, Clyne cocok dijadikan sebagai bek spekulatif di GW31. Sebagai tambahan, bek pinjaman Liverpool ini sudah melakukan lima usaha umpan silang dan lima sentuhan di kotak penalti lawan (terbanyak dari bek Bournemouth lainnya). Bisa saja usaha tersebut bisa membuahkan hasil dengan kembalinya Wilson sebagai penyerang utama mereka.